Thursday, November 03, 2011

Del Piero itu Abadi, Agnelli….


Saya bukan fans Juventus. Di kompetisi Serie A saya mendukung Internazionale Milan karena di klub itu banyak pemain Argentina berkeliaran. Tetapi selayaknya Javier Zanetti, pada Alessandro Del Piero saya angkat topi.

Zanetti dan Del Piero adalah dua sosok pemain dengan loyalitas tinggi. Jika Zanetti telah berbaju Inter sejak tahun 1995, Del Piero lebih lama lagi. Pemain kelahiran Conegliano yang pada 9 November nanti  akan berusia 37 tahun itu sudah berseragam zebra dari tahun 1993. Bahkan kesetiaan Del Piero benar-benar dibuktikan saat dirinya tak lantas membuang seragam Juventus ketika tim yang membesarkan namanya didegradasi ke Serie B akibat skandal Calciopoli. Terang-terangan ia katakan tetap setia pada keluarga Agnelli.

Tetapi saya terkejut hari ini ketika membaca naskah pidato Presiden Juventus Andrea Agnelli di depan para pemegang saham klub yang dimuat di situs resmi.

“The only connection between Juventus’ recent homes - from the ‘Comunale’ to the ‘Delle Alpi’, from the Olympic Stadium to the Juventus Stadium - is our captain, Alessandro Del Piero, to whom I’d like to dedicate a big hand, because he strongly wanted to stay at Juventus for one year more and for his last season wearing this shirt.”

Ah! Del Piero akan pergi. Saya bersedih sebagai bukan seorang Juventini. Bolehkan saya bertanya pada Agnelli, “Mengapa?”

Del Piero memang tak muda lagi bahkan sampai tulisan ini saya buat ia telah bermain selama 18 tahun lebih bagi Juventus. Saya pun berandai-andai, mungkin saja Del Piero telah sampai pada kejenuhannya setelah menjadi pemain yang paling sering membela Juventus sebanyak 682 kali dalam partai-partai resmi sejauh ini, mencetak hampir 300 gol, mempersembahkan 15 gelar yang diakui, dan memberi gelar Juara Dunia 2006 bagi Italia yang ia cintai.

Tetapi mengapa, Agnelli? Mengapa tak kaubiarkan seorang Il Fenomeno Vero menuntaskan kesejatiannya lalu menyatakan pensiun di Juventus dengan mulutnya sendiri? Bukankah kau tahu betapa Del Piero meletakkan hatinya bagi klubmu ini?

Saya membayangkan Del Piero sedang menepi setelah mendengar perkataan Agnelli, setelah delapan belas tahun lebih mengabdi pada klan Agnelli. Segelas wine di tangannya, memandangi  Città di Conegliano yang anggun abadi. Ia senandungkan lirik lagu anggitan Noel Gallagher, “Keep praying that the Lord won’t slow me down….”

Alessandro Del Piero telanjur abadi. Sepakbola industri terasa keji.

Kotak kerja, 19 Oktober 2011

http://www.beritasatu.com/blog/olahraga/1039-del-piero-itu-abadi-agnelli.html

0 komentar: