Enampuluh menit meretas sejarah
memetakan nanah. Di mana pernah
rakyat ditindas ditumpas penguasa
penjaga kapital: opas bersenjata.
Kita memang tak boleh ingkar bahwa
setiap tengkar antara kuasa dan sahaya
tak perlu otak pintar. Sebab bagi penguasa,
diskusi adalah nasi basi pengancam kesehatan.
Kita memang tak boleh ingkar pada kenyataan,
kepedihan, dan kematian yang dikirimkan
bersama bau mesiu dari moncong senjata
yang berulangkali menangkan pemilu.
Dan di akhir satu jam kisah tak ada ubah
kesimpulan biasa dimunculkan biasa
penguasa sejarah ini negeri masih
ingkari rakyatnya sendiri.
Rawamangun, 5 Oktober 2011
0 komentar:
Post a Comment