Kukira kau mau berubah
seperti mengusir pergi
parade sinetron di televisi.
Tetapi kau pilih berserapah
seperti nenek sihir
menyemburkan sampah.
Jika sudah begini jangan
salahkanku mengambil jarak,
hidup toh tak melulu enak.
Semarang-Jakarta, Juli 2011
2 komentar:
saya suka yang ini
Terimakasih Septi. Ada juga yang kausukai dari senarai puisi-puisi di sini.
Tabik.
Post a Comment