Bawa pulang sekeranjang sedih itu. Bebat
eratkan pada kakimu, campur adukkan
dalam kehidupanmu sampai membatu. Toh
hanya itu senjatamu: menembakkan kesedihan
mengganggu kami punya masa depan. Aku tahu.
Kami tahu. Tetapi jalan ini
jalan kami. Jangan ganggu!
Pulogadung, Juli 2011
2 komentar:
puisi pendek yang mak nyuusss...
Terimakasih sudah singgah, Mbak Endah Raharjo. Semoga bisa dinikmati.
Post a Comment