Kau ajak aku menghayali New York
berjalan-jalan di trotoarnya
mengunyah senyum selebarnya.
Kalian seperti paham,
aku suka kopi, aku suka teh.
Kalian suka Jawa? Masak iya?
Bolehkah kalian lantunkan Bengawan Solo
punya Gesang
sekarang?
Biar kupesan lagi secangkir kopi.
Kelapa Gading. Desember 2010
-Kebenaran tidak datang dari langit, tetapi harus diperjuangkan untuk menjadi benar- P.A.T.
Wednesday, December 15, 2010
[Haiku] Saat Hujan
Empatbelas desember,
hujan... hujan...!
Petir nyamber-nyamber.
Hujan suka pamer
nelusup di bocor genting
netes ke dalam ember.
Siapa cepat penuhimu:
kau hujan
kau airmata
Siapa cepat hanyutkanku:
kau hujan kau banjir
airmata.
Kelapa Gading, Desember 2010
hujan... hujan...!
Petir nyamber-nyamber.
Hujan suka pamer
nelusup di bocor genting
netes ke dalam ember.
Siapa cepat penuhimu:
kau hujan
kau airmata
Siapa cepat hanyutkanku:
kau hujan kau banjir
airmata.
Kelapa Gading, Desember 2010
| Reaksi: |
Di Kedai Kopi Duduk Sendiri
Siapa yang lebih setia;
kau yang menuntun sepeda motor tua
atau
sepeda motor tua yang menuntunmu?
Apakah ini setia;
aku yang berjanji menjagamu hingga kau
tak lagi perlu kujagai
atau
aku yang akan mencintai kalian di jalan terjal
berbatu, berkali-kali tersungkur
lalu bangun lalu melaju lalu jatuh berdarah
lalu kalian bahagia?
Kelapa Gading, 14 Desember 2010
kau yang menuntun sepeda motor tua
atau
sepeda motor tua yang menuntunmu?
Apakah ini setia;
aku yang berjanji menjagamu hingga kau
tak lagi perlu kujagai
atau
aku yang akan mencintai kalian di jalan terjal
berbatu, berkali-kali tersungkur
lalu bangun lalu melaju lalu jatuh berdarah
lalu kalian bahagia?
Kelapa Gading, 14 Desember 2010
Puzzle
Lahirlah malam lahirlah hujan
saatnya kita menikam ingatan
pada amarah datang kepagian.
Tapi semudah itukah,
sementara hati telah meluka
menggenang kata maaf belaka?
Tak kering oleh riang
tak sembuh oleh siang.
Kelapa Gading, 14 Desember 2010
saatnya kita menikam ingatan
pada amarah datang kepagian.
Tapi semudah itukah,
sementara hati telah meluka
menggenang kata maaf belaka?
Tak kering oleh riang
tak sembuh oleh siang.
Kelapa Gading, 14 Desember 2010
Monday, December 13, 2010
Via Dolorosa
Aku mencarimu di jalan ini,
jalan tua amis darah, tak terkubur
setiap amarah.
Ini jalan menuju Kalvari, kan?
Pernah Veronika memberi usapan
di wajah darah.
Aku memanggul sansai ini,
seberat salib kayumu, anak Maria
berjubah sesah.
Pulogadung, Desember 2010
jalan tua amis darah, tak terkubur
setiap amarah.
Ini jalan menuju Kalvari, kan?
Pernah Veronika memberi usapan
di wajah darah.
Aku memanggul sansai ini,
seberat salib kayumu, anak Maria
berjubah sesah.
Pulogadung, Desember 2010
Wednesday, December 08, 2010
Tanda Tanya
yang membentang di tanahmu
adalah panen sawah-sawah
yang menandatanyakan padaku:
mana rupa sejahtera?
Semarang-Jakarta, 7 Desember 2010
adalah panen sawah-sawah
yang menandatanyakan padaku:
mana rupa sejahtera?
Semarang-Jakarta, 7 Desember 2010
Di Kereta Kelas 2
Ini yang disebut peradaban: di dalam kereta kelas dua
penumpang was-was seperjalanan.
Jatinegara ditinggalkan secepat laju lokomotif tua di depan,
menuju harapan menjemput masa depan, bukan?
Pengemis-pengemis palsu sekejap berhamburan, kaki lima
aksi maksa demi makan. Siapa pedagang, siapa pecundang?
Lewat Bekasi, Cirebon, Pekalongan jangan kecolongan,
batu-batu sekepalan tangan tiba-tiba datang bertubi-tubi.
Pyar! Braaak! Praang! Kalau masih bentur kaca, masih untung
ini kepala. Mati. Matilah kemanusiaan.
Ini yang disebut peradaban, siapa dipersalahkan?
Jakarta-Semarang, 5-7 Desember 2010
penumpang was-was seperjalanan.
Jatinegara ditinggalkan secepat laju lokomotif tua di depan,
menuju harapan menjemput masa depan, bukan?
Pengemis-pengemis palsu sekejap berhamburan, kaki lima
aksi maksa demi makan. Siapa pedagang, siapa pecundang?
Lewat Bekasi, Cirebon, Pekalongan jangan kecolongan,
batu-batu sekepalan tangan tiba-tiba datang bertubi-tubi.
Pyar! Braaak! Praang! Kalau masih bentur kaca, masih untung
ini kepala. Mati. Matilah kemanusiaan.
Ini yang disebut peradaban, siapa dipersalahkan?
Jakarta-Semarang, 5-7 Desember 2010
Friday, December 03, 2010
Opera yang Lebih Lucu
Manakah dari kedua hal ini yang lebih lucu?
a. Opera van Java yang adegannya jatuh duduk di kursi palsu;
b. Opera van Indonesia yang adegannya palsu di duduk kursi.
Pulogadung, Desember 2010
a. Opera van Java yang adegannya jatuh duduk di kursi palsu;
b. Opera van Indonesia yang adegannya palsu di duduk kursi.
Pulogadung, Desember 2010
Membagi Nyala
"Tapi kenapa puisi? Tidakkah kau bisa menata aksara
hingga terbuat bentuk yang lain?"
tanyamu lewat laman maya bernuansa biru.
"Aku sekedar membagi nyala. Terimakasih telah sudi mampir
mengapikan senthir,"
jawabku lewat puisi maya bernuansa aku.
Pulogadung, Desember 2010
hingga terbuat bentuk yang lain?"
tanyamu lewat laman maya bernuansa biru.
"Aku sekedar membagi nyala. Terimakasih telah sudi mampir
mengapikan senthir,"
jawabku lewat puisi maya bernuansa aku.
Pulogadung, Desember 2010
Seperti Apa Kita Kelak?
Ayah seperti apakah aku bagimu, Nak? Di peta Pulau Jawa
jarak aku dan kau adalah 485 kilometer hingga aku tak sanggup
menungang sekuter demi menemuimu setiap hari.
Anak seperti apakah kau bagiku kelak? Di dalam tubuhmu ada hati
serupa besi tempa yang dibasuh api dan airmata, kuharap sanggup
menguatkan kakimu memudakan masa tuaku.
Pulogadung, Desember 2010
jarak aku dan kau adalah 485 kilometer hingga aku tak sanggup
menungang sekuter demi menemuimu setiap hari.
Anak seperti apakah kau bagiku kelak? Di dalam tubuhmu ada hati
serupa besi tempa yang dibasuh api dan airmata, kuharap sanggup
menguatkan kakimu memudakan masa tuaku.
Pulogadung, Desember 2010
Wednesday, December 01, 2010
Airmatamu
Aku ingin jadi airmatamu yang ngalir di lentik mata
lalu netes ke pipi terus jatuh ke hatimu. Sebab aku
ingin tahu bagaimana mulutku yang asal mengirimkan
amarah ke hatimu lalu ngalir di lentik mata, netes ke pipi,
jatuh ke sesalku.
Pulogadung, Desember 2010
lalu netes ke pipi terus jatuh ke hatimu. Sebab aku
ingin tahu bagaimana mulutku yang asal mengirimkan
amarah ke hatimu lalu ngalir di lentik mata, netes ke pipi,
jatuh ke sesalku.
Pulogadung, Desember 2010
[Haiku] Telepon di Ruangan Kerjamu
Telepon merengek-rengek.
Berharap dekap
di telingamu.
Seberapa dekat itu dekap,
seberapa dekat,
seberapa dekap?
Telepon tersedu-sedu
didaratkan keras
seperti batu.
Pulogadung, Desember 2010
Berharap dekap
di telingamu.
Seberapa dekat itu dekap,
seberapa dekat,
seberapa dekap?
Telepon tersedu-sedu
didaratkan keras
seperti batu.
Pulogadung, Desember 2010
[Haiku] What the Hell is This?
Aku bentak matahari,
kenapa masa lalu
datang pagi-pagi.
Kita bertengkar lagi,
sekeras-keras
sepanas-panas.
Aku berlagak matahari?
Aku manusia?
Aku?
Pulogadung, Desember 2010
kenapa masa lalu
datang pagi-pagi.
Kita bertengkar lagi,
sekeras-keras
sepanas-panas.
Aku berlagak matahari?
Aku manusia?
Aku?
Pulogadung, Desember 2010
Special Mix
Kusiapkan buatmu secangkir sepi
beraroma kopi.
Kutumpahkan bagimu secangkir kopi
bernuansa sepi.
Pulogadung, Desember 2010
beraroma kopi.
Kutumpahkan bagimu secangkir kopi
bernuansa sepi.
Pulogadung, Desember 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)